Pelatihan tersebut ditujukan untuk membekali calon peserta Kelas
Riset Angkatan VI FKIP (TA 2026-2027) dengan keterampilan dasar dalam
menyusun artikel ilmiah berbasis kajian literatur yang sistematis dan
terstruktur dengan menggunakan Scispace, Elicit, Google Scholar, Mendeley, dan
ChatGPT. Selain sebagai kegiatan akademik, pelatihan ini juga menjadi bagian
dari proses kaderisasi riset dan publikasi ilmiah di lingkungan UMMAT.
Pembina Kelas Riset FKIP sekaligus Pembina Spektra, Dr. Syaharuddin,
menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, sebagai
ajang seleksi bagi mahasiswa yang akan bergabung dalam Kelas Riset FKIP.
Mahasiswa yang mampu menyelesaikan tugas penyusunan artikel SLR dengan baik
akan berkesempatan mengikuti program pembinaan lanjutan yang didampingi oleh
para pembina fakultas yang memiliki keahlian di bidang statistik dan metodologi
penelitian.
Kedua, artikel SLR yang dihasilkan mahasiswa akan diarahkan untuk
dipresentasikan pada seminar nasional maupun internasional yang diselenggarakan
oleh FKIP UMMAT pada Juli dan Agustus 2026 mendatang. Langkah ini diharapkan
dapat meningkatkan produktivitas kolaborasi publikasi ilmiah dosen dan
mahasiswa sekaligus memperluas dampak sitasi terhadap karya-karya akademik yang
dihasilkan.
“Publikasi ilmiah yang dihasilkan mahasiswa dan dosen tidak hanya
bermanfaat bagi pengembangan kapasitas akademik individu, tetapi juga
berkontribusi terhadap peningkatan reputasi institusi. Dampak jangka panjangnya
dapat memperkuat posisi UMMAT dalam berbagai pemeringkatan akademik, termasuk
kinerja publikasi dan sitasi yang tercermin pada indeks SINTA,” ujarnya.
Menurut “Pak Guru”, sapaan akrab Dr. Syaharuddin, kegiatan
penyusunan SLR juga menjadi sarana transfer pengetahuan antar generasi
mahasiswa. Alumni Kelas Riset yang telah memiliki pengalaman dalam penelitian
dan publikasi diberikan kesempatan untuk membimbing mahasiswa baru, sehingga
proses kaderisasi di bidang riset dan publikasi dapat berlangsung secara
berkelanjutan.
Ketua Umum SPEKTRA, Supardi, bersama 11 tutor lainnya, yakni Hanik,
Wina Fadila Aulia, Almaidah Purnamasari Arif, Rosmini, St. Hajar, Ikhwanul
Muslimin, Hendi Hidayah, Istikatunisah, Sri Endang, Heni Andriani, dan Sri
Ulandari, menjadi fasilitator utama dalam pelatihan yang dilaksanakan secara
offline tersebut.
Pelaksanaan kegiatan memanfaatkan sejumlah ruang belajar di
lingkungan kampus, termasuk ruang kelas di Perpustakaan H. Lalu Mudjitahid
UMMAT dan beberapa ruang kuliah di FKIP. Untuk memaksimalkan proses
pendampingan, peserta dibagi ke dalam enam kelas. Setiap kelas didampingi oleh
dua tutor yang membimbing sekitar 10 hingga 15 mahasiswa selama proses
pelatihan berlangsung.
Dr. Syaharuddin menambahkan bahwa program ini merupakan uji coba
perdana yang digagas oleh SPEKTRA sejak resmi dibentuk sebagai organisasi
kemahasiswaan. Ke depan, model pelatihan serupa direncanakan akan diperluas
kepada mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan UMMAT.
“Melalui SPEKTRA, kami ingin menghadirkan wadah kolaboratif yang memungkinkan mahasiswa belajar bersama, saling berbagi pengalaman, serta meningkatkan kapasitas riset, publikasi, dan kompetisi ilmiah. Harapannya, SPEKTRA dapat menjadi salah satu motor penggerak dalam membangun budaya akademik dan memperkuat reputasi UMMAT di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.
@adminjadiupdate
