Malang, 15 Juni 2026 - Pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun masa depan dan menciptakan kontribusi nyata bagi masyarakat. Semangat tersebut menjadi bagian dari perjalanan Adi Ardiansyah, S.TP., M.T., putra daerah asal Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang saat ini tengah menempuh pendidikan Program Doktor di Universitas Brawijaya (UB) Malang sebagai penerima Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) melalui Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Tahun 2025. Adi Ardiansyah merupakan dosen di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) yang terus berupaya mengembangkan kapasitas akademik dan keilmuan di bidang Teknologi Industri Pertanian. Kesempatan melanjutkan studi doktoral menjadi langkah penting dalam perjalanan akademiknya untuk memperdalam ilmu pengetahuan, memperkuat kompetensi sebagai dosen, serta menghasilkan penelitian yang dapat memberikan manfaat bagi perkembangan sektor pertanian Indonesia.
Perjalanan menuju pendidikan doktoral tidak terlepas dari proses panjang, mulai dari membangun pengalaman akademik, meningkatkan kemampuan riset, hingga mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan dalam dunia pendidikan tinggi. Dengan tekad untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi lebih luas, Adi berhasil meraih kesempatan menjadi salah satu penerima beasiswa PDDI 2025. Dalam studi doktoralnya, Adi fokus melakukan penelitian dengan judul “Analisis Matematis Perancangan Modified Atmosphere Packaging (MAP) untuk Buah Tomat.” Penelitian ini menjadi bagian dari upayanya dalam mengembangkan inovasi teknologi industri pertanian, khususnya pada bidang teknologi pascapanen.
Melalui pendekatan analisis matematis, penelitian tersebut berupaya mengkaji perancangan sistem Modified Atmosphere Packaging (MAP) yang mampu mengatur kondisi atmosfer dalam kemasan untuk mempertahankan kualitas produk pertanian. Teknologi ini memiliki potensi dalam memperpanjang umur simpan, mengurangi kehilangan hasil pascapanen, serta meningkatkan nilai tambah komoditas hortikultura seperti buah tomat. Bagi Adi, menjadi seorang dosen tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam proses pembelajaran, tetapi juga berperan dalam menghasilkan inovasi melalui penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Pendidikan doktoral menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat peran tersebut.
“Melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi merupakan sebuah perjalanan untuk meningkatkan kemampuan diri dan memperluas kontribusi. Kepada adik-adik mahasiswa, jangan pernah membatasi mimpi untuk melanjutkan studi. Persiapkan diri dengan baik, terus belajar, tingkatkan kompetensi, dan manfaatkan setiap kesempatan yang tersedia,” ujar Adi. Ia juga berpesan agar mahasiswa tidak menjadikan latar belakang daerah sebagai hambatan dalam meraih cita-cita akademik. Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki peluang untuk berkembang selama memiliki kemauan, kerja keras, dan komitmen dalam mengejar tujuan.
“Kesempatan untuk melanjutkan pendidikan selalu terbuka bagi mereka yang mau berusaha. Prosesnya mungkin tidak selalu mudah, tetapi setiap langkah yang dijalani akan menjadi pengalaman berharga untuk membentuk diri menjadi lebih baik. Pendidikan bukan hanya tentang gelar, tetapi bagaimana ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi banyak orang,” tambahnya. Kisah Adi Ardiansyah menjadi gambaran bahwa semangat belajar dan keberanian mengambil peluang dapat membawa seseorang melangkah lebih jauh. Dari Bima, NTB, ia melanjutkan perjalanan akademiknya menuju jenjang doktoral dengan membawa harapan untuk terus berkontribusi dalam pengembangan Teknologi Industri Pertanian serta mendukung kemajuan pertanian Indonesia melalui inovasi dan penelitian.
@adminjadiupdate
