Kayangan, 31 Mei 2026 - Provinsi Nusa Tenggara Barat kerap disebut sebagai salah satu daerah dengan potensi energi terbarukan terbesar di Indonesia timur. Sinar matahari melimpah sepanjang tahun, kawasan pesisir yang kaya angin, hingga potensi biomassa dan mikrohidro menjadi modal besar untuk membangun masa depan energi hijau. Namun di balik berbagai pidato, seminar, dan proyek peresmian, muncul satu pertanyaan penting: apakah transisi energi di NTB benar-benar sedang dibangun secara serius, atau hanya menjadi slogan politik yang terdengar indah di atas panggung? Pemerintah daerah memang terus menggaungkan komitmen menuju energi bersih. Berbagai proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mulai diperkenalkan, investor mulai masuk, dan istilah green energy semakin sering terdengar. Namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap energi fosil masih sangat tinggi. Banyak wilayah masih bergantung pada pembangkit diesel, sementara pembangunan energi terbarukan berjalan relatif lambat dibanding besarnya potensi yang dimiliki daerah ini.
Energi Hijau di NTB : Visi Besar atau Sekedar Slogan Politik? - Oleh : Pangeran Apriyono Subirto
byadmin
-
0
