Mahasiswa Magister Rekayasa Energi Terbarukan UMM Antika Atsna Rafalesia Perkuat Kapasitas Warga Cililitan dalam Pemeliharaan PLTS Atap, Dorong Keberlanjutan Energi Surya Berbasis Masyarakat

Jakarta Timur, 16 Oktober 2026 - Komitmen mendorong pemanfaatan energi terbarukan yang berkelanjutan diwujudkan melalui program penguatan kapasitas masyarakat dalam pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di Kampung Warna-Warni Cililitan, Jakarta Timur. Program ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam menjaga keberlangsungan pemanfaatan energi surya di lingkungan permukiman.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan Antika Atsna Rafalesia, mahasiswa Program Magister Rekayasa Energi Terbarukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), bersama Akademi Transisi Energi (ATE) di bawah Institute for Essential Services Reform (IESR) dan Neira Solar sebagai mitra teknis. Program dilaksanakan pada 29 Agustus hingga 29 November 2025 dengan fokus pada revitalisasi sistem PLTS atap, pendidikan energi surya, pelatihan pemeliharaan, serta pembentukan kelompok pemeliharaan berbasis masyarakat.

Program ini berangkat dari permasalahan penurunan fungsi sistem PLTS atap yang telah terpasang serta terbatasnya transfer pengetahuan mengenai operasi dan pemeliharaan kepada warga. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pemanfaatan teknologi energi terbarukan tidak cukup hanya dengan pemasangan perangkat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan merawat sistem secara berkala.

Rangkaian kegiatan diawali dengan observasi dan identifikasi kondisi instalasi PLTS atap pada 29 Agustus 2025. Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah komponen, meliputi modul fotovoltaik, struktur penyangga, jalur kabel, sambungan kelistrikan, dan perangkat pendukung lainnya. Hasil identifikasi menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan revitalisasi sekaligus menyusun materi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi sistem dan kebutuhan warga.

Selanjutnya, pada 17 November 2025, kegiatan revitalisasi dilaksanakan melalui pemeriksaan dan pembersihan modul PLTS atap dengan melibatkan warga serta pendampingan teknis dari Neira Solar. Melalui pendekatan partisipatif ini, masyarakat tidak hanya terlibat dalam proses pemeliharaan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengenali komponen PLTS dan memahami pentingnya pemeriksaan rutin dalam mendukung keberlangsungan sistem energi surya.

Penguatan kapasitas kemudian dilanjutkan melalui kelas daring pada 23 November 2025 dan pelatihan tatap muka pada 29 November 2025. Materi yang diberikan mencakup prinsip kerja PLTS atap, fungsi komponen utama, faktor penyebab penurunan kinerja, identifikasi indikasi gangguan, inspeksi visual, hingga pemeliharaan dasar. Pembelajaran tersebut dirancang untuk menghubungkan pemahaman teoritis dengan kondisi nyata instalasi yang digunakan masyarakat.

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan warga setelah mengikuti rangkaian kegiatan. Dari 29 warga Kampung Warna-Warni Cililitan yang mengikuti kegiatan revitalisasi, kelas daring, dan pelatihan tatap muka, nilai rata-rata pemahaman konsep PLTS dan identifikasi gangguan meningkat dari 48 menjadi 84. Sementara itu, nilai rata-rata keterampilan praktik inspeksi dan pemeliharaan meningkat dari 53 menjadi 86.

Peningkatan tersebut tercermin dari nilai normalized gain (N-gain) sebesar 0,69 pada aspek pemahaman konsep dan 0,70 pada aspek keterampilan praktik. Hasil ini mengindikasikan adanya peningkatan capaian pembelajaran peserta, baik dalam memahami prinsip dasar energi surya maupun mengenali kebutuhan pemeriksaan dan pemeliharaan PLTS atap.

Tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan individu, program ini juga mendorong terbentuknya mekanisme pengelolaan secara kolektif. Pada 29 November 2025, sebanyak 12 warga RT 06 Kampung Warna-Warni Cililitan membentuk kelompok pemeliharaan PLTS atap. Kelompok tersebut merencanakan pemeriksaan kondisi sistem setiap dua minggu, meliputi pemantauan kebersihan modul, pemeriksaan visual instalasi, serta pelaporan apabila ditemukan gangguan yang membutuhkan penanganan tenaga teknis kompeten.

Pembentukan kelompok ini menjadi salah satu luaran penting karena membuka peluang bagi masyarakat untuk mengambil peran lebih aktif dalam menjaga keberlangsungan teknologi energi terbarukan di lingkungan mereka. Dengan adanya pembagian tanggung jawab dan rencana pemeriksaan berkala, pemeliharaan PLTS diharapkan tidak hanya bergantung pada pendampingan pihak luar, tetapi juga didukung oleh inisiatif warga setempat.

Melalui program tersebut, Antika Atsna Rafalesia bersama para mitra menunjukkan pentingnya pendekatan yang mengintegrasikan penanganan teknis dengan pemberdayaan masyarakat. Revitalisasi instalasi, pendidikan, pelatihan, dan pengorganisasian warga menjadi bagian yang saling melengkapi dalam membangun kapasitas pengelolaan energi surya di tingkat komunitas.

Meski demikian, keberlanjutan program masih membutuhkan pemantauan lebih lanjut, terutama untuk memastikan konsistensi pemeriksaan berkala, keterlibatan anggota kelompok, dan perkembangan kondisi teknis PLTS setelah pemeliharaan. Pengukuran kinerja sistem sebelum dan sesudah pemeliharaan juga diperlukan untuk mengetahui dampaknya terhadap produksi energi listrik.

Program ini menegaskan bahwa transisi menuju energi bersih tidak hanya berkaitan dengan penerapan teknologi, tetapi juga dengan kesiapan masyarakat dalam mengelolanya. Penguatan kapasitas warga Kampung Warna-Warni Cililitan menjadi langkah awal untuk mendorong pengelolaan PLTS atap yang lebih partisipatif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam mendukung pemanfaatan energi terbarukan di kawasan perkotaan.


@adminjadiupdate

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama