Banyuwangi, 20 Oktober 2026 - Mahasiswa Magister Rekayasa Energi Terbarukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Fajri Nur Muhammad Arif, bersama Ilyas Masudin, menginisiasi program penguatan literasi energi terbarukan bagi siswa SMK Muhammadiyah 2 Genteng, Kabupaten Banyuwangi. Program ini dirancang melalui sosialisasi interaktif dan demonstrasi purwarupa panel surya skala kecil untuk memperkenalkan teknologi energi bersih sekaligus meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT).
Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap energi terbarukan di tengah upaya Indonesia mempercepat transisi menuju energi rendah karbon. Berdasarkan data yang dikutip dalam naskah program, bauran energi baru dan terbarukan Indonesia mencapai 14,1 persen pada akhir 2024, masih berada di bawah target 23 persen untuk 2025. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya edukasi energi bersih sejak dini, terutama bagi siswa pendidikan vokasi yang dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja.
SMK Muhammadiyah 2 Genteng dipilih sebagai sasaran program karena memiliki konsentrasi keahlian Teknik Sepeda Motor dan Teknik Otomotif yang relevan dengan perkembangan teknologi kendaraan serta kebutuhan energi masa depan. Melalui program ini, siswa diharapkan tidak hanya mengenal energi terbarukan secara teoretis, tetapi juga memahami keterkaitannya dengan perkembangan teknologi otomotif, elektrifikasi, dan peluang keterampilan di sektor energi bersih.
Keunikan program ini terletak pada penggunaan purwarupa panel surya mini yang dihubungkan dengan lampu LED dan kipas arus searah (DC). Melalui demonstrasi tersebut, siswa dirancang untuk mengamati secara langsung proses konversi energi matahari menjadi energi listrik dan pemanfaatannya untuk mengoperasikan perangkat sederhana. Pendekatan ini diharapkan membuat materi energi terbarukan lebih mudah dipahami, sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan karakteristik pendidikan vokasi yang menekankan praktik.
Selain demonstrasi teknologi, program ini juga dirancang melalui pemaparan materi interaktif, sesi tanya jawab, serta diskusi kelompok mengenai potensi pemanfaatan energi terbarukan di lingkungan tempat tinggal siswa. Materi edukasi mencakup konsep dasar energi terbarukan, jenis-jenis sumber energi, prinsip kerja pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), manfaat dan dampak lingkungan, kebijakan energi nasional, hingga peluang keterampilan dan pekerjaan di sektor energi terbarukan.
Penguatan literasi energi dalam program ini mencakup tiga aspek utama, yaitu pengetahuan, sikap, dan kesiapan bertindak. Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan mampu memahami prinsip dasar teknologi energi bersih, menumbuhkan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan, serta mengembangkan kesiapan untuk berkontribusi dalam pemanfaatan energi terbarukan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia kerja.
Untuk mengukur efektivitas program, tim merancang evaluasi melalui tes sebelum dan sesudah kegiatan (pretest-posttest), disertai kuesioner untuk menilai sikap dan kesiapan perilaku siswa. Evaluasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai perubahan pemahaman peserta setelah mengikuti sosialisasi dan demonstrasi panel surya. Hasil evaluasi aktual akan menjadi dasar untuk menilai capaian program dan menentukan peluang pengembangan kegiatan edukasi serupa.
Program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-7 mengenai energi bersih dan terjangkau serta tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah vokasi diharapkan dapat memperluas akses terhadap pengetahuan energi terbarukan sekaligus memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia di sektor energi bersih.
Melalui inisiatif ini, Fajri Nur Muhammad Arif dan tim berharap pengenalan energi terbarukan dapat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi transformasi teknologi dan industri. Edukasi berbasis praktik seperti demonstrasi panel surya diharapkan menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan generasi yang tidak hanya memahami energi bersih, tetapi juga siap mengambil peran dalam mendukung keberlanjutan energi di masa depan.
@adminjadiupdate
