Martapura, 15 Oktober 2026 - Upaya mendorong pengelolaan energi yang lebih efektif dan efisien di fasilitas pelayanan kesehatan terus dilakukan melalui kegiatan edukasi dan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, mahasiswa Program Magister Rekayasa Energi Terbarukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rodhiya Rahman dan Rahma Fitria Ariani, terlibat dalam kegiatan sosialisasi audit energi di RSUD Ratu Zalecha Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada 15 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah awal untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya audit energi dalam mendukung pengelolaan penggunaan energi di lingkungan rumah sakit. Melalui sosialisasi ini, peserta diperkenalkan pada konsep dasar audit energi, tahapan pengumpulan data, serta peran pengukuran dalam mengevaluasi penggunaan energi listrik secara lebih terarah.
Sosialisasi ini diikuti sekitar 30 peserta yang berasal dari berbagai unsur di lingkungan RSUD Ratu Zalecha Martapura. Peserta mencakup unsur manajemen rumah sakit, Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS), bagian umum, unit pendukung, Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), dan unsur terkait lainnya. Keterlibatan berbagai unit tersebut menjadi penting karena pengelolaan energi di rumah sakit berkaitan dengan banyak aspek operasional dan membutuhkan koordinasi antarpihak.
Dalam kegiatan ini, Rodhiya Rahman dan Rahma Fitria Ariani bersama tim pengabdian turut berpartisipasi dalam upaya memperkenalkan audit energi sebagai pendekatan sistematis untuk memahami penggunaan energi. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana penerapan pengetahuan di bidang rekayasa energi terbarukan dan manajemen energi dalam konteks fasilitas pelayanan kesehatan.
Rumah sakit memiliki karakteristik penggunaan energi yang berbeda dari sejumlah fasilitas lainnya. Energi listrik dibutuhkan untuk menunjang berbagai kegiatan pelayanan, mulai dari pencahayaan ruangan, pendingin udara, pengoperasian peralatan medis, hingga sistem pendukung operasional. Kebutuhan tersebut menjadikan ketersediaan energi yang andal sebagai salah satu unsur penting dalam menunjang kelancaran pelayanan kepada masyarakat.
Di tengah kebutuhan energi yang berkelanjutan tersebut, pengelolaan energi tidak cukup hanya dilakukan dengan memastikan pasokan listrik tersedia. Penggunaan energi juga perlu dipahami melalui data yang memadai agar pihak pengelola dapat mengetahui pola konsumsi, mengenali kebutuhan setiap unit, dan mengevaluasi kemungkinan perbaikan. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mendukung proses tersebut adalah audit energi.
Melalui audit energi, penggunaan energi dapat ditinjau secara lebih terstruktur berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari kondisi operasional fasilitas. Proses ini memerlukan data yang relevan, pengukuran yang sesuai, serta analisis lanjutan agar evaluasi yang dilakukan memiliki dasar yang jelas. Oleh sebab itu, pengenalan audit energi menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman awal sebelum pelaksanaan evaluasi energi yang lebih menyeluruh.
Materi sosialisasi juga mencakup pembahasan mengenai regulasi terkait pengelolaan energi, kebutuhan data, penggunaan instrumen pengukuran, dan tahapan awal pelaksanaan audit energi. Pembahasan tersebut diarahkan untuk memberikan gambaran mengenai proses yang perlu dipersiapkan ketika suatu fasilitas mulai melakukan pendataan dan evaluasi terhadap penggunaan energinya.
Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah pentingnya pengumpulan data penggunaan listrik. Data tersebut menjadi dasar untuk memahami konsumsi energi dalam suatu periode dan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi pada tahap berikutnya. Tanpa data yang memadai, upaya menilai kondisi penggunaan energi akan sulit dilakukan secara sistematis.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Sesi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk membahas berbagai hal yang berkaitan dengan penerapan audit energi di lingkungan rumah sakit, termasuk kebutuhan pengukuran, pengumpulan informasi, serta kesiapan fasilitas dalam memulai proses pendataan energi.
Diskusi tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan karena penerapan audit energi membutuhkan pemahaman bersama mengenai tujuan, prosedur, dan data yang diperlukan. Selain aspek teknis, keterlibatan unit-unit terkait juga dibutuhkan agar informasi penggunaan energi dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan secara lebih terkoordinasi.
Sebagai bentuk dukungan terhadap tahap awal pengumpulan data, tim pengabdian turut menyerahkan satu unit power meter kepada pihak RSUD Ratu Zalecha Martapura. Alat ukur tersebut diterima oleh Kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS) untuk selanjutnya direncanakan digunakan dalam mendukung pengukuran awal penggunaan energi listrik.
Penyerahan power meter ini melengkapi kegiatan sosialisasi dengan dukungan berupa instrumen pengukuran yang dapat dimanfaatkan dalam proses pengumpulan data. Keberadaan alat ukur menjadi salah satu unsur pendukung dalam mengenali karakteristik penggunaan listrik pada peralatan atau bagian instalasi yang menjadi sasaran pengukuran.
Pemanfaatan alat tersebut diharapkan dapat membantu pihak rumah sakit memulai pendataan energi secara lebih terarah. Data yang diperoleh nantinya berpotensi menjadi bahan awal untuk melakukan peninjauan terhadap pola penggunaan listrik dan menentukan kebutuhan analisis lanjutan. Namun, identifikasi potensi penghematan energi tetap memerlukan pengukuran yang memadai, pengumpulan data secara konsisten, serta analisis berdasarkan kondisi operasional rumah sakit.
Dengan demikian, sosialisasi dan penyerahan alat ukur ini merupakan langkah awal dalam mendukung proses pengelolaan energi di RSUD Ratu Zalecha Martapura. Kegiatan tersebut belum mencakup pengukuran dan analisis energi secara menyeluruh, sehingga hasil berupa besaran konsumsi, tingkat efisiensi, maupun potensi penghematan energi masih memerlukan kajian lanjutan.
Bagi Rodhiya Rahman dan Rahma Fitria Ariani, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi bagian dari pengaplikasian pengetahuan akademik pada persoalan nyata yang berkaitan dengan kebutuhan energi. Bidang rekayasa energi terbarukan tidak hanya berkaitan dengan pengembangan sumber energi alternatif, tetapi juga mencakup upaya memahami dan mengelola penggunaan energi secara lebih efektif melalui pendekatan teknis dan berbasis data.
Penerapan pengetahuan tersebut dalam lingkungan rumah sakit memperlihatkan pentingnya pengelolaan energi di berbagai sektor. Fasilitas pelayanan kesehatan membutuhkan dukungan energi yang berkelanjutan, sehingga pemahaman mengenai pola konsumsi dan evaluasi penggunaan listrik dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan fasilitas.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi pelayanan publik dalam menyebarluaskan pengetahuan mengenai energi. Melalui sosialisasi, diskusi, dan dukungan alat ukur, pengetahuan akademik dapat diperkenalkan kepada pihak yang berhadapan langsung dengan kebutuhan operasional sehari-hari.
Ke depan, tindak lanjut berupa pengumpulan data penggunaan listrik dan analisis lebih lanjut dapat menjadi tahapan penting untuk mengembangkan penerapan audit energi di RSUD Ratu Zalecha Martapura. Hasil analisis nantinya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah pengelolaan energi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan rumah sakit.
Melalui kegiatan tersebut, Rodhiya Rahman dan Rahma Fitria Ariani bersama tim pengabdian turut mendukung penguatan pemahaman mengenai pentingnya audit energi sebagai bagian dari pengelolaan fasilitas yang terencana. Sosialisasi ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi upaya pengelolaan energi yang lebih terukur, sekaligus membuka peluang penerapan evaluasi energi secara berkelanjutan di lingkungan rumah sakit.
@adminjadiupdate
