Mataram, 25 Juli 2026 - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (PWM NTB) menggelar kegiatan Training of Trainer (ToT) Satu Data Muhammadiyah (SatuMu) pada Sabtu, 25 Juli 2026, bertempat di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) NTB, Jalan Gajah Mada No. 173, Kota Mataram. Kegiatan ini merupakan bagian dari program digitalisasi dan peningkatan kapasitas organisasi yang terus digalakkan oleh Persyarikatan Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WITA ini diikuti oleh Ketua dan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-NTB, para Agen dan Verifikator PDM se-NTB, serta Ketua Pimpinan Cabang.Muhammadiyah (PCM) se-NTB. Salah satu peserta yang hadir dengan antusias adalah jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Darul Arqam Sekarbela, yang diwakili oleh Ketua PCM, Sardin, bersama Sekretaris PCM, Muhamad Sahril, M.Pd.
*Momentum Penting Digitalisasi Organisasi*
Dalam sambutannya, Ketua PWM NTB, yang diwakili oleh Syafrudin AR Baso, S.IP., MH., (Wakil Ketua PWM NTB) menegaskan pentingnya transformasi digital sebagai landasan penguatan tata kelola data keanggotaan dan kelembagaan Muhammadiyah, khususnya melalui migrasi Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) menjadi Elektronik Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (E-KTAM) serta optimalisasi sistem SatuMu di tingkat cabang dan daerah.
Menanggapi kegiatan tersebut, Ketua PCM Darul Arqam Sekarbela, Sardin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PWM NTB dalam mendorong digitalisasi hingga ke level akar rumput. "Kegiatan ToT SatuMu ini menjadi momentum strategis bagi Pimpinan Cabang untuk memperkuat basis data keanggotaan secara akurat dan terintegrasi. _"Kami di PCM Darul Arqam Sekarbela berkomitmen penuh untuk segera menindaklanjuti hasil pelatihan ini di tingkat cabang, sehingga tata kelola organisasi semakin rapi, transparan, dan siap menghadapi tantangan zaman digital,"_ ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris PCM Darul Arqam Sekarbela, Muhamad Sahril, M.Pd., turut memberikan pandangan akademisnya terkait urgensi satu data dalam organisasi modern. _"Dari perspektif manajemen kelembagaan, keberadaan sistem data tunggal seperti SatuMu adalah kebutuhan mendasar. Ketika data anggota, aset, dan amal usaha terkonsolidasi dalam satu sistem yang valid, maka pengambilan kebijakan organisasi akan lebih tepat sasaran dan berbasis bukti (evidence-based decision making). Ini sejalan dengan semangat Muhammadiyah sebagai gerakan yang selalu adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,"_ jelasnya.
*Rangkaian Materi dan Praktik Langsung*
Kegiatan ToT SatuMu dipandu langsung oleh Tim SatuMu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dengan rangkaian agenda yang cukup padat. Setelah sesi pembukaan, sambutan, dan penyampaian materi umum SatuMu, peserta diajak mengikuti sesi tanya jawab interaktif, dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan E-KTAM.
Pada sesi siang, peserta juga mendapatkan pendampingan proses Know Your Customer (KYC) pembukaan rekening bersama Bank Danamon Syariah, sebagai salah satu bentuk sinergi kelembagaan dalam mendukung tata kelola keuangan Persyarikatan. Selanjutnya, peserta mempraktikkan langsung penggunaan sistem SatuMu, mencakup modul Data Organisasi Muhammadiyah (DOM) dan KTAM, sebelum ditutup dengan sesi konsolidasi data Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan percepatan Data Sistem Informasi Manajemen Amal Muhammadiyah (SIMAM) bersama PWM NTB.
*Komitmen Menindaklanjuti di Tingkat Cabang*
Usai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, Ketua dan Sekretaris PCM Darul Arqam Sekarbela menyatakan kesiapannya untuk mengawal implementasi hasil pelatihan di wilayah kerja masing-masing. Keduanya berharap semangat digitalisasi ini dapat menular hingga ke tingkat Ranting, sehingga seluruh jajaran Persyarikatan Muhammadiyah di Nusa Tenggara Barat memiliki basis data yang solid, akurat, dan mutakhir.
Kegiatan ToT Satu Data Muhammadiyah ini diharapkan menjadi tonggak awal percepatan digitalisasi organisasi Muhammadiyah di Nusa Tenggara Barat, sekaligus memperkuat soliditas data keanggotaan dan kelembagaan menuju Muhammadiyah yang lebih modern, transparan, dan berdaya saing di era digital.
@adminjadiupdate