Profil World Burns Death : Band Hardcore Asal Mataram - Lombok Yang Mengangkat Isu Palestina, Keresahan Sosial, dan Semangat Perlawanan

Mataram, 25 Juli 2026 - Di tengah berkembangnya skena musik independen di Nusa Tenggara Barat (NTB), muncul sebuah band hardcore yang membawa identitas kuat melalui lirik-lirik kritis dan penuh makna. Band tersebut adalah World Burns Death (WBD), grup musik asal Kota Mataram, Pulau Lombok, yang menjadikan musik sebagai medium untuk menyuarakan isu kemanusiaan, kritik sosial, serta semangat perlawanan terhadap berbagai bentuk ketidakadilan.

World Burns Death resmi dibentuk pada akhir tahun 2024 dengan formasi Alpin sebagai vokalis, Rio pada gitar, Ziak sebagai bassist, dan Irfan sebagai drummer. Keempat personel tersebut memiliki visi yang sama, yakni menghadirkan musik hardcore yang tidak hanya mengandalkan energi dan agresivitas, tetapi juga membawa pesan-pesan yang relevan dengan realitas kehidupan masyarakat.

Dalam setiap penampilannya di berbagai gigs, World Burns Death kerap menyuarakan dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina sebagai bentuk solidaritas atas nilai-nilai kemanusiaan. Selain itu, band ini juga mengangkat berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari keresahan sosial di lingkungan tempat tinggal, ketimpangan, hingga dinamika kondisi bangsa yang mereka tuangkan dalam lirik-lirik lugas dan penuh kritik.

Bagi World Burns Death, musik hardcore bukan sekadar hiburan, melainkan ruang untuk menyampaikan gagasan, membangun kesadaran, dan mengajak pendengar merefleksikan berbagai persoalan yang terjadi di sekitar mereka. Semangat perlawanan yang mereka usung bukan ditujukan untuk mengajak pada tindakan kekerasan, melainkan sebagai bentuk penolakan terhadap ketidakadilan, penindasan, dan pembungkaman suara masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui perilisan EP perdana bertajuk Kill Yourself, yang direkam di Madcats Records. EP ini berisi tujuh lagu, yakni Abang-Abangan Pang, Anti-Monique, Free Palestine (feat. Sasa), Humanity, Kawal, Kill Yourself, dan Sindikat Barbarian Okpol. Setiap lagu merepresentasikan sudut pandang band terhadap isu-isu sosial, kemanusiaan, hingga kritik terhadap berbagai fenomena yang mereka saksikan dalam kehidupan sehari-hari.

Karakter musik World Burns Death dipengaruhi oleh gelombang hardcore punk klasik dengan permainan cepat, riff gitar agresif, hentakan drum yang dinamis, serta vokal penuh energi. Kombinasi tersebut menjadi wadah bagi penyampaian pesan-pesan yang tegas mengenai kebebasan, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.
Meski tergolong sebagai pendatang baru, World Burns Death menunjukkan keseriusannya dalam meramaikan skena musik bawah tanah di Lombok. Mereka berharap karya-karya yang dihasilkan tidak hanya dapat dinikmati oleh pencinta musik hardcore, tetapi juga menjadi ruang dialog mengenai berbagai persoalan kemanusiaan dan sosial yang masih terus terjadi.

EP Kill Yourself telah tersedia dan dapat dinikmati secara digital melalui platform Bandcamp di halaman resmi World Burns Death. Melalui karya tersebut, band asal Mataram-Lombok ini menegaskan bahwa musik dapat menjadi sarana untuk menyampaikan aspirasi, membangun solidaritas, dan menghadirkan semangat perlawanan terhadap ketidakadilan melalui cara-cara yang damai dan kreatif.

@adminjadiupdate

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama