Mahasiswa Magister Rekayasa Energi Terbarukan UMM Pangeran Apriyono Subirto Edukasi Masyarakat Desa Kuranji Tentang Pemanfaatan Minyak Jelantah Sebagai Energi Alternatif


Labuapi, 3 Agustus 2026 - Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus mendorong pemanfaatan energi alternatif terus dilakukan melalui berbagai inovasi dan kegiatan edukatif. Salah satunya diwujudkan oleh Pangeran Apriyono Subirto, mahasiswa Program Magister Rekayasa Energi Terbarukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program "Edukasi dan Sosialisasi Teknologi Kompor Biomassa Berbasis Minyak Jelantah dalam Upaya Efisiensi Konsumsi Energi Rumah Tangga" bagi masyarakat Desa Kuranji, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 29 Juli 2026 hingga Senin, 3 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, ilmu pengetahuan dan inovasi di bidang energi terbarukan diharapkan tidak hanya berkembang di lingkungan akademik, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penerapan teknologi yang sederhana, mudah dipahami, dan berorientasi pada penyelesaian permasalahan di tingkat rumah tangga. Program ini berangkat dari kenyataan bahwa konsumsi minyak goreng di masyarakat terus meningkat sehingga menghasilkan limbah minyak jelantah dalam jumlah yang cukup besar. Di sisi lain, sebagian besar masyarakat masih membuang minyak jelantah ke saluran air, tanah, atau mencampurkannya dengan sampah rumah tangga tanpa melalui pengelolaan yang tepat. Kebiasaan tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, menurunkan kualitas air dan tanah, serta mengganggu keseimbangan ekosistem. Padahal, minyak jelantah memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif apabila dikelola secara benar.

Melihat kondisi tersebut, Pangeran Apriyono Subirto berinisiatif menghadirkan kegiatan edukasi yang bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah minyak jelantah secara berkelanjutan sekaligus memperkenalkan konsep teknologi kompor biomassa berbasis minyak jelantah sebagai salah satu inovasi energi terbarukan. Melalui pendekatan edukatif, masyarakat diajak memahami bahwa limbah rumah tangga tidak selalu menjadi barang yang harus dibuang, tetapi dapat diolah menjadi sumber daya yang memiliki nilai manfaat bagi kehidupan sehari-hari. Kegiatan dipusatkan di Dusun Kelongkong, Desa Kuranji, dengan melibatkan 21 orang ibu rumah tangga sebagai peserta utama. Kelompok sasaran tersebut dipilih karena memiliki peran yang sangat strategis dalam penggunaan minyak goreng serta pengelolaan limbah rumah tangga di lingkungan keluarga. Dengan meningkatnya pengetahuan para ibu rumah tangga, informasi yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus disebarluaskan kepada anggota keluarga maupun masyarakat di lingkungan sekitar sehingga memberikan dampak yang lebih luas.

Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi mengenai dampak negatif pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan, karakteristik minyak jelantah sebagai limbah rumah tangga, potensi pemanfaatannya sebagai bahan bakar alternatif, serta pengenalan teknologi kompor biomassa berbasis minyak jelantah sebagai salah satu bentuk inovasi energi terbarukan. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan limbah sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan efisiensi konsumsi energi rumah tangga. Penyampaian materi dilakukan menggunakan metode partisipatif-edukatif, yaitu pendekatan yang menekankan keterlibatan aktif peserta selama proses pembelajaran. Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Berbagai persoalan mengenai pengelolaan limbah rumah tangga yang dihadapi masyarakat dibahas secara terbuka sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai solusi yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing. Suasana diskusi yang komunikatif membuat kegiatan berlangsung dinamis dan mendapat respons positif dari seluruh peserta.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Pemerintah Desa Kuranji dan perangkat Dusun Kelongkong untuk memastikan kesiapan lokasi, peserta, serta kebutuhan teknis lainnya. Selanjutnya dilakukan penyusunan materi edukasi dan instrumen evaluasi yang digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta setelah kegiatan selesai dilaksanakan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan secara sistematis dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sebagai bentuk evaluasi, seluruh peserta diminta mengisi kuesioner setelah mengikuti kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan minyak jelantah dan pemanfaatannya sebagai energi alternatif. Berdasarkan hasil analisis, rata-rata tingkat pemahaman peserta mencapai 64,95 persen, yang termasuk dalam kategori tinggi. Sebanyak 66,67 persen peserta berada pada kategori pemahaman tinggi, sedangkan 33,33 persen lainnya berada pada kategori sedang. Tidak terdapat peserta yang memperoleh kategori rendah maupun sangat rendah, sehingga menunjukkan bahwa metode edukasi yang diterapkan mampu meningkatkan literasi masyarakat secara efektif.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Desa Kuranji memiliki antusiasme yang tinggi terhadap pengembangan energi alternatif berbasis limbah rumah tangga. Edukasi yang diberikan tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran untuk mengelola minyak jelantah secara lebih bertanggung jawab. Perubahan cara pandang masyarakat terhadap limbah menjadi sumber daya yang memiliki nilai guna diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan. Selain memberikan manfaat dari sisi lingkungan, pemanfaatan minyak jelantah sebagai energi alternatif juga memiliki potensi mendukung efisiensi konsumsi energi rumah tangga. Apabila dikelola secara tepat dan berkelanjutan, limbah minyak jelantah dapat menjadi salah satu sumber energi alternatif yang mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar konvensional sekaligus memberikan nilai tambah terhadap limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Melalui kegiatan ini, Pangeran Apriyono Subirto berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga berbasis prinsip keberlanjutan. Edukasi mengenai pemanfaatan minyak jelantah sebagai energi alternatif diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan, mampu memanfaatkan potensi sumber daya lokal secara optimal, serta mendukung upaya pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Dengan semakin luasnya penyebaran edukasi mengenai energi alternatif berbasis limbah rumah tangga, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menerapkan praktik pengelolaan limbah yang lebih baik sehingga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, efisiensi energi rumah tangga, dan terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan.


@adminjadiupdate


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama