Mataram, 27 Agustus 2026 - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan daerah yang berbasis pada potensi lokal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi NTB dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam memperkuat program pemberdayaan masyarakat di berbagai sektor prioritas pembangunan.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan pertemuan antara Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, atau yang akrab disapa Miq Iqbal, bersama rombongan Universitas Muhammadiyah Malang yang dipimpin Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, Ph.D., pada Rabu (26/8).
Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mempertemukan potensi daerah NTB dengan kapasitas akademik, inovasi, serta pengalaman UMM dalam pengembangan masyarakat. Sinergi pemerintah dan perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada kerja sama secara kelembagaan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam kolaborasi tersebut, terdapat tiga agenda utama yang menjadi perhatian. Pertama, pengentasan kemiskinan ekstrem melalui penguatan program desa berdaya. Pendekatan ini diarahkan untuk mendorong masyarakat desa agar mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki sehingga tercipta sumber-sumber ekonomi baru yang berkelanjutan.
Kedua, penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan dan adopsi praktik pertanian organik yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sesuai karakteristik wilayah NTB. Selain meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, penguatan sektor pangan juga diarahkan untuk mendukung upaya penanganan stunting melalui keterlibatan masyarakat dan pemanfaatan sumber pangan lokal.
Ketiga, pengembangan sektor pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Desa Sade, Lombok Tengah, yang akan didorong sebagai “laboratorium sosial”. Melalui pendekatan tersebut, pengembangan Desa Sade tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga pada upaya menghidupkan kembali pesona desa adat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat setempat.
Selain ketiga sektor tersebut, UMM juga akan mengambil bagian dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor perikanan. Dukungan tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan Center of Excellence (CoE) Kelas Profesional Udang, yang diharapkan dapat menjadi ruang peningkatan kompetensi masyarakat dan pelaku usaha perikanan, khususnya dalam menjawab kebutuhan industri serta perkembangan teknologi budidaya.
Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTB dan UMM ini menjadi gambaran pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia akademik dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah. Pemerintah memiliki kekuatan dalam kebijakan dan pemetaan kebutuhan masyarakat, sementara perguruan tinggi memiliki sumber daya keilmuan, inovasi, riset, serta tenaga ahli yang dapat mendukung implementasi program secara lebih terarah.
Dengan memadukan potensi daerah dan kekuatan akademik, kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan model pemberdayaan yang tidak hanya menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat dalam jangka panjang.
Sinergi tersebut diharapkan segera diwujudkan dalam berbagai aksi nyata di lapangan, sehingga potensi pertanian, perikanan, pariwisata, serta sumber daya masyarakat NTB dapat berkembang secara optimal dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Bumi Gora.
@adminjadiupdate
