Predikat Insinyur Profesional Madya (IPM) merupakan bentuk pengakuan atas kompetensi, pengalaman, integritas, dan profesionalisme seorang insinyur dalam menerapkan keilmuannya sesuai standar nasional. Capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi modal strategis bagi Fakultas Pertanian UMMAT dalam memperkuat tata kelola, pengembangan sumber daya manusia, serta perluasan jejaring kerja sama dengan berbagai institusi.
Sebagai Wakil Dekan II, Karyanik memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan administrasi umum, keuangan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta pengembangan kemitraan. Dengan pengakuan profesional yang diperoleh, diharapkan semakin memperkuat kapasitas fakultas dalam membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), pemerintah, lembaga penelitian, maupun organisasi profesi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Berbekal kompetensi di bidang Teknik Mesin, Karyanik memiliki keahlian yang relevan dalam pengembangan mekanisasi pertanian, rekayasa alat dan mesin pertanian, sistem energi, manufaktur, serta teknologi proses yang mendukung pengembangan sektor pertanian modern. Kompetensi tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung peningkatan mutu Program Studi Teknik Pertanian dan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian UMMAT melalui penguatan kurikulum, penelitian terapan, pengembangan laboratorium, sertifikasi kompetensi, serta implementasi inovasi teknologi.
Sebagai tindak lanjut penguatan jejaring profesional, Karyanik juga mempersiapkan partisipasi aktif pada The 44th Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO 44) yang akan diselenggarakan di Bandung pada 20–22 Oktober 2026. Forum internasional yang diselenggarakan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) tersebut menjadi wadah strategis bagi para insinyur, akademisi, industri, dan pemerintah di kawasan ASEAN untuk memperkuat kolaborasi, berbagi inovasi, serta membangun kemitraan lintas negara dalam mendukung industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Keikutsertaan dalam CAFEO 44 diharapkan dapat membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas bagi Fakultas Pertanian UMMAT, khususnya melalui kelompok kerja Food and Agriculture Engineering, yang berfokus pada penerapan rekayasa teknik dalam mendukung pertanian berkelanjutan, teknologi pascapanen, pengolahan hasil pertanian, serta pemanfaatan sumber daya alam secara efisien. Selain itu, forum ini juga menghadirkan berbagai sesi teknis di bidang manufaktur, energi, boiler, dan kunjungan industri yang relevan dengan pengembangan kompetensi dosen maupun mahasiswa.
Menurut Karyanik, penguatan jejaring profesional harus mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, Fakultas Pertanian UMMAT dapat memperluas implementasi program pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran akademisi, magang industri, sertifikasi profesi, hingga hilirisasi hasil riset yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan dunia industri.
"Predikat Insinyur Profesional Madya merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui karya nyata. Kami berkomitmen memperkuat jejaring kemitraan, baik di tingkat nasional maupun internasional, agar Fakultas Pertanian UMMAT mampu menghasilkan inovasi dan lulusan yang unggul, adaptif, serta siap menjawab tantangan pembangunan pertanian dan agroindustri di masa depan," ujar Karyanik.
Melalui capaian ini, Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram semakin optimistis memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan kolaboratif. Penguatan kompetensi profesional dosen serta perluasan jejaring strategis diyakini akan menjadi akselerator dalam meningkatkan kualitas Program Studi Teknik Pertanian dan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, sekaligus mendukung terwujudnya visi UMMAT sebagai perguruan tinggi yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
@adminjadiupdate