Mahasiswa Magister Rekayasa Energi Terbarukan UMM Imron Afandi Dorong Penguatan Literasi PLTS Bagi Siswa SMK Jombang–Mojokerto

Mojokerto, 21 Juli 2026 - Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung percepatan transisi energi menuju pemanfaatan energi terbarukan. Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang energi bersih, literasi teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bagi generasi muda menjadi semakin strategis untuk dikembangkan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan peningkatan literasi teknologi PLTS bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Jombang dan Mojokerto. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan pembelajaran berbasis industri yang mengintegrasikan pemahaman teori, diskusi teknis, evaluasi pengetahuan, serta pengalaman langsung melalui kunjungan ke instalasi PLTS yang telah diterapkan di lingkungan industri.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Mata Kuliah Pemberdayaan Masyarakat pada Program Magister Rekayasa Energi Terbarukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Melalui mata kuliah ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami konsep pemberdayaan masyarakat secara teoritis, tetapi juga didorong untuk menerapkan pengetahuan dan kompetensi akademiknya dalam menyelesaikan persoalan serta meningkatkan kapasitas masyarakat melalui kegiatan yang berbasis kebutuhan dan potensi di lapangan.

Salah satu mahasiswa yang turut berkontribusi dalam kegiatan tersebut adalah Imron Afandi, Mahasiswa Magister Rekayasa Energi Terbarukan UMM. Keterlibatannya menjadi bagian dari upaya menghubungkan keilmuan energi terbarukan dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia, khususnya pada jenjang pendidikan vokasi.

Kegiatan bertajuk “Peningkatan Literasi Teknologi PLTS bagi Siswa SMK Jombang-Mojokerto melalui Pembelajaran Berbasis Industri” dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada siswa mengenai teknologi energi surya. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian teori, tetapi juga menghadirkan pengalaman langsung yang memungkinkan siswa memahami penerapan teknologi PLTS dalam kondisi nyata.

Para siswa diperkenalkan dengan berbagai konsep fundamental dalam teknologi PLTS, mulai dari prinsip kerja efek fotovoltaik, proses konversi energi matahari menjadi energi listrik, komponen utama sistem PLTS, hingga sistem pengelolaan energi yang digunakan dalam instalasi tenaga surya.

Materi pembelajaran juga mencakup teknologi Maximum Power Point Tracking (MPPT) yang berfungsi mengoptimalkan daya listrik yang dihasilkan oleh panel surya. Selain itu, siswa mendapatkan pemahaman mengenai penggunaan baterai Lithium Iron Phosphate (LiFePO₄), sistem kelistrikan arus searah atau DC, aspek keselamatan kerja, serta perhitungan kapasitas dan kebutuhan daya dalam perencanaan sistem PLTS.

Pendekatan pembelajaran yang diterapkan menjadi semakin relevan karena tidak berhenti pada penyampaian materi di ruang kelas. Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi secara langsung instalasi PLTS atap milik PT Lautan Natural Krimerindo (PT LNK), Mojokerto.

Kunjungan tersebut memberikan pengalaman pembelajaran yang berbeda bagi siswa. Mereka dapat mengamati secara langsung bagaimana teknologi PLTS diterapkan dalam skala industri, memahami komponen yang digunakan, melihat proses integrasi sistem, serta memperoleh gambaran mengenai peran energi surya dalam mendukung efisiensi energi dan upaya pengurangan emisi karbon.

Melalui kegiatan lapangan tersebut, siswa dapat menghubungkan pengetahuan teoritis dengan kondisi nyata di dunia kerja. Pengalaman ini memberikan gambaran mengenai proses penerapan, pengoperasian, pemeliharaan, hingga kebutuhan kompetensi dalam pengembangan sistem energi terbarukan.

Bagi Imron Afandi, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari proses pembelajaran yang mengintegrasikan aspek akademik dengan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Melalui Mata Kuliah Pemberdayaan Masyarakat, mahasiswa Magister Rekayasa Energi Terbarukan UMM memperoleh ruang untuk mengimplementasikan pengetahuan yang dimiliki agar dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Dalam konteks pendidikan vokasi, siswa SMK merupakan kelompok strategis yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi perkembangan teknologi energi terbarukan. Oleh karena itu, peningkatan literasi teknologi PLTS tidak hanya bertujuan untuk menambah wawasan, tetapi juga membangun kesiapan kompetensi siswa dalam menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Dampak kegiatan juga terlihat dari hasil evaluasi pembelajaran. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang dilakukan melalui kuis digital berbantuan kecerdasan buatan, terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan. Rata-rata nilai peserta meningkat dari 63,5 pada tahap pre-test menjadi 93,7 setelah mengikuti rangkaian pembelajaran.

Sementara itu, hasil analisis Normalized Gain (N-Gain) menunjukkan nilai gabungan sebesar 0,82 yang masuk dalam kategori tinggi. Capaian tersebut menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis industri yang menggabungkan teori, diskusi, evaluasi, dan pengalaman lapangan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman siswa mengenai teknologi PLTS.

Peningkatan kompetensi juga terlihat pada masing-masing sekolah peserta. SMKN 3 Jombang mencapai nilai N-Gain sebesar 1,00, sedangkan SMKN 1 Pungging memperoleh nilai N-Gain sebesar 0,52 yang termasuk dalam kategori sedang.

Hasil tersebut memperlihatkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman memiliki potensi besar dalam meningkatkan efektivitas pendidikan vokasi. Siswa dapat memahami materi secara lebih kontekstual karena memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung hubungan antara teori yang dipelajari dengan penerapannya di dunia industri.

Pelaksanaan kegiatan dalam kerangka Mata Kuliah Pemberdayaan Masyarakat juga menunjukkan bahwa proses pendidikan tinggi dapat dirancang untuk menghasilkan dampak yang lebih luas. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga belajar mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, merancang pendekatan pembelajaran, menyampaikan pengetahuan, serta melakukan evaluasi terhadap dampak kegiatan yang dilaksanakan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan pengembangan pendidikan yang lebih aplikatif dan berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata. Dalam bidang energi terbarukan, transfer pengetahuan menjadi sangat penting karena perkembangan teknologi yang cepat membutuhkan proses peningkatan kapasitas secara berkelanjutan.

Keterlibatan Imron Afandi sebagai Mahasiswa Magister Rekayasa Energi Terbarukan UMM dalam kegiatan ini mencerminkan peran mahasiswa pascasarjana dalam menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Keilmuan di bidang energi terbarukan tidak hanya dikembangkan melalui penelitian dan kajian akademik, tetapi juga dapat ditransformasikan menjadi pengetahuan praktis yang memberikan manfaat langsung bagi generasi muda.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan dunia industri. Perguruan tinggi berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekolah menjadi ruang pembentukan kompetensi generasi muda, sementara industri menyediakan lingkungan nyata bagi siswa untuk memahami penerapan teknologi.

Sinergi tersebut menjadi semakin penting dalam menghadapi tantangan transisi energi nasional. Indonesia membutuhkan generasi muda yang memiliki pemahaman kuat mengenai teknologi energi bersih serta memiliki kesiapan untuk berkontribusi dalam pengembangan sistem energi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Melalui kegiatan peningkatan literasi teknologi PLTS ini, siswa SMK tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai peluang dan tantangan karier di sektor energi terbarukan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat mendorong tumbuhnya minat generasi muda untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan kompetensi di bidang energi bersih.

Pada akhirnya, kegiatan ini menjadi contoh bagaimana Mata Kuliah Pemberdayaan Masyarakat dapat diimplementasikan secara nyata melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan kapasitas masyarakat.

Kontribusi Imron Afandi melalui kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah konkret dalam memperluas pemahaman generasi muda terhadap pentingnya teknologi energi terbarukan. Melalui kolaborasi antara pendidikan tinggi, pendidikan vokasi, dan dunia industri, diharapkan lahir generasi yang lebih siap menghadapi perkembangan teknologi serta mampu berperan dalam mendukung percepatan transisi energi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Kegiatan tersebut telah dituangkan dalam artikel ilmiah berjudul “Peningkatan Literasi Teknologi PLTS bagi Siswa SMK Jombang-Mojokerto melalui Pembelajaran Berbasis Industri” dan menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran Mata Kuliah Pemberdayaan Masyarakat sekaligus kontribusi akademik dalam pengembangan literasi teknologi energi terbarukan di Indonesia.


@adminjadiupdate

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama